Cara Menanam Cabai di Polybag, dari Semai sampai Panen
Harga cabai naik turun? Tanam sendiri di polybag, cukup di teras atau dak rumah. Ini cara menanam cabai dari semai, media tanam, pemupukan, sampai panen.
Harga cabai bisa naik berlipat dalam hitungan minggu. Kabar baiknya, cabai termasuk tanaman yang paling mudah ditanam di lahan sempit. Beberapa polybag di teras atau dak rumah sudah cukup untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Berikut langkahnya dari awal sampai panen.
Yang perlu disiapkan
| Bahan | Keterangan |
|---|---|
| Benih cabai | Cabai rawit atau cabai keriting, dari benih kemasan atau biji cabai tua yang dikeringkan |
| Polybag | Ukuran sekitar 35 x 35 cm atau 40 x 40 cm untuk satu tanaman |
| Tanah gembur | Tanah kebun yang tidak liat |
| Pupuk kandang atau kompos | Yang sudah matang, tidak berbau menyengat |
| Sekam bakar atau sekam mentah | Agar media tidak padat dan air mudah meresap |
| Wadah semai | Tray semai, gelas plastik bekas yang dilubangi, atau polybag kecil |
Langkah 1: Semai benih
- Rendam benih dalam air hangat kuku selama beberapa jam. Benih yang tenggelam biasanya lebih bagus.
- Isi wadah semai dengan campuran tanah dan kompos yang halus.
- Tanam satu atau dua benih per lubang, sedalam kurang lebih 0,5 cm.
- Siram dengan semprotan halus agar benih tidak terbawa air.
- Letakkan di tempat teduh yang tetap terang.
Benih biasanya mulai tumbuh dalam satu sampai dua minggu.
Langkah 2: Siapkan media tanam
Campuran yang umum dipakai untuk polybag adalah tanah : kompos/pupuk kandang : sekam = 1 : 1 : 1. Aduk rata, lalu isi polybag sampai sekitar 2–3 cm di bawah bibir polybag. Pastikan bagian bawah polybag berlubang agar air tidak menggenang.
Diamkan media yang sudah dicampur sekitar satu minggu sebelum dipakai, terutama bila memakai pupuk kandang. Akar bibit muda bisa rusak oleh pupuk yang masih "panas".
Langkah 3: Pindah tanam
Bibit siap dipindah saat berumur sekitar 3–4 minggu atau sudah punya 4–5 helai daun sejati. Pindahkan pada sore hari agar bibit tidak langsung terkena terik matahari.
- Buat lubang di tengah polybag.
- Keluarkan bibit beserta tanahnya, jangan menarik batangnya.
- Tanam, padatkan tanah di sekitar batang, lalu siram.
- Tancapkan ajir (tongkat bambu) di samping tanaman sebagai penopang.
Langkah 4: Perawatan harian dan mingguan
| Perawatan | Caranya |
|---|---|
| Penyiraman | Pagi atau sore. Cek dengan jari: siram bila tanah 2 cm teratas sudah kering |
| Sinar matahari | Minimal 6 jam sehari. Cabai yang kurang cahaya tumbuh tinggi kurus dan jarang berbuah |
| Pemupukan | Tambahkan kompos sekitar satu genggam setiap 2–3 minggu |
| Pewiwilan | Buang tunas di bawah cabang utama agar tanaman fokus tumbuh ke atas dan bercabang kuat |
| Pengikatan | Ikat batang ke ajir dengan tali longgar saat tanaman makin tinggi |
Hama yang sering muncul
- Kutu daun dan thrips: daun keriting atau menggulung. Semprot dengan air sabun encer di bawah daun, lalu bilas beberapa jam kemudian.
- Lalat buah: buah busuk dari dalam. Petik buah yang terserang dan buang jauh dari tanaman.
- Daun menguning dari bawah: sering karena penyiraman berlebih atau kekurangan pupuk. Kurangi air dan tambahkan kompos.
Periksa bagian bawah daun dua kali seminggu. Hama yang ketahuan sejak awal jauh lebih mudah diatasi.
Kapan cabai bisa dipanen?
Cabai mulai bisa dipetik sekitar 2,5 sampai 3 bulan setelah pindah tanam, tergantung varietas dan perawatan. Petik buah yang sudah berwarna penuh, beserta tangkainya, agar tanaman tidak rusak. Panen rutin justru merangsang tanaman berbuah lagi.
Satu tanaman cabai rawit yang terawat bisa terus berbuah selama berbulan-bulan. Lima sampai sepuluh polybag biasanya sudah cukup untuk kebutuhan sambal keluarga kecil.
Perkiraan biaya untuk 5 polybag
Menanam cabai di rumah tidak membutuhkan biaya besar. Berikut perkiraan kasar untuk lima tanaman; harga bisa berbeda di setiap daerah.
| Kebutuhan | Perkiraan biaya |
|---|---|
| Benih cabai 1 bungkus | Rp10.000–Rp25.000 |
| Polybag 40 x 40 cm, 5 lembar | Rp5.000–Rp10.000 |
| Pupuk kandang atau kompos 1 karung kecil | Rp15.000–Rp25.000 |
| Sekam 1 karung | Rp10.000–Rp20.000 |
| Ajir bambu | Bisa memakai bambu atau kayu bekas |
Totalnya biasanya di bawah Rp100.000, dan sebagian besar bahan masih bisa dipakai untuk musim tanam berikutnya. Sisa benih dalam satu bungkus juga cukup untuk menyulam bibit yang mati atau menanam ulang beberapa bulan kemudian.
Ingin lebih dalam? Artikel ini baru membahas sebagian kecil. Di ebook Berkebun Sayur di Lahan Sempit, kamu akan mempelajari lebih jauh:
- Memetakan teras, balkon, dan dinding serta mencatat jam matahari di setiap titik
- Memilih pot, polybag, botol bekas, dan rak, meracik media tanam, dan membuat kompos dari sisa dapur
- Menanam tujuh sayur mudah untuk iklim tropis, menyiram dengan uji jari, dan mengatasi hama dengan pestisida nabati
Semua langkahnya disusun berurutan dan bisa langsung dipraktikkan. Lihat isi bukunya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa ukuran polybag yang cocok untuk cabai? Untuk satu tanaman, polybag sekitar 35 x 35 cm atau 40 x 40 cm memberi ruang akar yang cukup. Polybag terlalu kecil membuat tanaman cepat kering dan buahnya sedikit.
Kenapa bunga cabai berguguran? Penyebab umumnya kekurangan air, panas yang terlalu terik, atau kelebihan pupuk berbahan nitrogen. Jaga penyiraman tetap teratur dan jangan memupuk berlebihan.
Bisakah menanam cabai dari biji cabai dapur? Bisa, asalkan bijinya dari cabai yang sudah tua dan merah penuh, lalu dijemur sampai kering. Hasilnya bisa kurang seragam dibanding benih kemasan.
Kalau artikel ini membantu, langkah berikutnya ada di ebook Berkebun Sayur di Lahan Sempit.
Pelajari sampai tuntas di “Berkebun Sayur di Lahan Sempit”
Kebun sayur tidak harus punya halaman. Teras dua kali tiga meter, dinding pagar yang kena matahari pagi, atau sebaris botol bekas sudah cukup untuk memetik kangkung, sawi, selada,...