Metode Bola Salju vs Longsoran untuk Melunasi Utang
Punya beberapa utang sekaligus? Bandingkan metode bola salju dan longsoran, lengkap dengan contoh jadwal pelunasan tiga utang dalam 13 bulan.
Utang di beberapa tempat, seperti paylater, kartu kredit, dan pinjaman, mudah membuat bingung: mana yang dibayar dulu? Dua cara yang paling dikenal adalah bola salju dan longsoran. Keduanya sama-sama efektif selama kamu konsisten.
Dua metode, satu prinsip
Prinsipnya sama: bayar cicilan minimum di semua utang, lalu seluruh uang ekstra diarahkan ke satu utang saja. Perbedaannya adalah utang mana yang dipilih.
| Bola salju | Longsoran | |
|---|---|---|
| Urutan | Dari saldo terkecil | Dari bunga tertinggi |
| Kelebihan | Cepat terasa progresnya | Total bunga lebih hemat |
| Kekurangan | Bunga total bisa lebih besar | Utang pertama bisa lama lunas, rawan menyerah |
| Cocok untuk | Yang butuh motivasi | Yang disiplin dan fokus pada angka |
Contoh: tiga utang, anggaran Rp1.200.000 per bulan
Untuk memudahkan, contoh ini mengabaikan bunga. Bunga nyata akan membuat waktu pelunasan sedikit lebih lama.
| Utang | Sisa | Cicilan minimum |
|---|---|---|
| Paylater | Rp1.500.000 | Rp150.000 |
| Kartu kredit | Rp4.000.000 | Rp200.000 |
| Pinjaman | Rp9.000.000 | Rp500.000 |
Total cicilan minimum Rp850.000, jadi ada ekstra Rp350.000 dari anggaran Rp1.200.000.
Dengan bola salju:
- Bulan 1–3: paylater (terkecil) dibayar Rp500.000 per bulan, yaitu Rp150.000 ditambah ekstra Rp350.000. Lunas di bulan ke-3. Kartu kredit dan pinjaman tetap dibayar minimum.
- Bulan 4–8: cicilan paylater Rp500.000 dipindah ke kartu kredit, sehingga kartu dibayar Rp700.000 per bulan. Lunas di bulan ke-8.
- Bulan 9–13: seluruh Rp1.200.000 diarahkan ke pinjaman, yang tersisa sekitar Rp4,9 juta. Lunas di bulan ke-13.
Total waktu: sekitar 13 bulan. Setiap utang yang lunas membuat cicilan "bergulir" ke utang berikutnya, itulah asal nama bola salju.
Kapan memilih longsoran?
Kalau bunga berbeda jauh, misalnya paylater 2,5% per bulan dan pinjaman 1% per bulan, melunasi bunga tertinggi lebih dulu menghemat uang lebih banyak. Cara memeriksanya: urutkan semua utang dari bunga per bulan tertinggi, lalu hitung total bunga yang dibayar untuk tiap urutan. Kalau selisihnya kecil, pilih metode yang lebih membuatmu bersemangat.
Ingin lebih dalam? Artikel ini baru membahas sebagian kecil. Di ebook Lunasi Utang: Metode Bola Salju dan Longsoran, kamu akan mempelajari lebih jauh:
- Mendaftar semua utang dengan lima angka penting dan menghitung rasio cicilan terhadap penghasilan
- Metode bola salju dan longsoran, lengkap dengan simulasi pelunasan bulan demi bulan
- Mencari uang tambahan dengan memangkas pengeluaran dan menambah penghasilan
Semua langkahnya disusun berurutan dan bisa langsung dipraktikkan. Lihat isi bukunya.
Langkah memulai
- Daftar semua utang: nama pemberi, sisa pokok, bunga, cicilan minimum, dan tanggal jatuh tempo.
- Hitung anggaran pelunasan. Berapa yang bisa dialokasikan per bulan setelah kebutuhan pokok?
- Pilih metode dan tentukan utang sasaran.
- Otomatiskan pembayaran di tanggal gajian agar tidak ada denda.
- Rayakan tiap utang lunas dengan hal kecil yang murah, lalu geser cicilannya.
Hal yang membuat pelunasan gagal
- Menambah utang baru saat melunasi yang lama. Tutup atau bekukan akses paylater dan kartu yang tidak perlu.
- Hanya membayar minimum di semua utang tanpa sasaran, sehingga progres tidak terasa.
- Tidak ada dana darurat. Satu kejadian mendadak bisa mendorongmu berutang lagi. Sisihkan dana darurat kecil lebih dulu, misalnya satu bulan pengeluaran.
- Mengabaikan denda keterlambatan. Telat bayar menambah beban dan bisa memengaruhi riwayat kredit.
Contoh perbandingan dengan bunga
Misalkan dua utang saja: paylater Rp2.000.000 dengan bunga 3% per bulan dan pinjaman Rp6.000.000 dengan bunga 1% per bulan. Bunga bulan pertama paylater sekitar Rp60.000 sedangkan pinjaman sekitar Rp60.000 juga, padahal saldonya tiga kali lebih besar. Artinya setiap rupiah di paylater "menghasilkan" bunga tiga kali lebih berat. Metode longsoran akan mengarahkan uang ekstra ke paylater lebih dulu, dan di contoh ini kebetulan juga yang terkecil, sehingga kedua metode memberi urutan sama.
Perbedaan terasa ketika utang terkecil justru berbunga rendah. Dalam kasus itu, longsoran menghemat bunga, sedangkan bola salju memberi kemenangan cepat. Pilih yang paling mungkin kamu jalankan sampai selesai.
Mengatur ulang bila ada penghasilan tambahan
Setiap ada uang tambahan, seperti bonus atau hasil menjual barang, tentukan porsinya sebelum uang itu terpakai: misalnya 50% ke utang sasaran, 30% ke dana darurat, 20% untuk dirimu sendiri. Dengan aturan tetap, kamu tidak perlu memutuskan ulang setiap kali dan godaan menghabiskannya berkurang.
Jika kesulitan membayar
Jangan diam. Hubungi pemberi pinjaman lebih awal untuk menanyakan keringanan atau penjadwalan ulang. Bicara sebelum jatuh tempo biasanya memberi lebih banyak pilihan daripada setelah menunggak. Hindari menutup utang dengan utang baru yang bunganya lebih berat, terutama dari pihak yang tidak jelas izinnya.
Menambah ekstra pembayaran
Mempercepat pelunasan tidak harus dari gaji. Jual barang yang tidak terpakai, ambil pekerjaan sampingan sementara, atau alihkan THR atau bonus ke utang sasaran. Satu pembayaran ekstra Rp1.000.000 pada utang paylater di contoh tadi bisa menyingkat satu atau dua bulan.
Melunasi utang adalah soal kebiasaan, bukan kecerdasan. Pilih satu metode, jalankan tiga bulan, dan lihat saldomu turun.
Kalau artikel ini membantu, langkah berikutnya ada di ebook Lunasi Utang: Metode Bola Salju dan Longsoran.
Pelajari sampai tuntas di “Lunasi Utang: Metode Bola Salju dan Longsoran”
Punya beberapa utang sekaligus dan bingung harus melunasi yang mana dulu? Buku ini mengubah tumpukan cicilan menjadi rencana dengan tanggal lunas yang jelas, mengikuti papan di pin...