Kelola Usaha

Cara Hitung Cicilan KUR dan Uji Kemampuan Bayar Usaha

Cicilan KUR yang terlihat kecil bisa mencekik saat usaha sepi. Hitung dulu cicilannya, bandingkan bunga flat dan efektif, lalu uji kemampuan bayarmu.

BukuPraktis · 21 Oktober 2026 · 5 menit baca

Pesanan sedang ramai, mesin lama sering rusak, dan penyalur kredit menawarkan pinjaman dengan bunga rendah. Rasanya sayang kalau dilewatkan. Namun banyak pelaku usaha baru sadar cicilan itu berat ketika penjualan turun satu bulan saja. Sebelum menandatangani apa pun, hitung dulu apakah usahamu sanggup membayar, bukan hanya apakah pengajuanmu akan disetujui.

Dua rumus yang perlu kamu pegang

Cicilan bulanan terdiri dari dua bagian: pokok (utang yang dikembalikan) dan bunga (biaya meminjam). Pada bunga flat, bunga dihitung dari pokok awal selama masa pinjaman, sehingga rumusnya mudah:

Pokok per bulan = pinjaman ÷ jumlah bulan
Bunga per bulan = pinjaman x bunga per tahun ÷ 12
Cicilan = pokok per bulan + bunga per bulan

Pada bunga efektif, bunga dihitung dari sisa pokok, jadi bunganya mengecil seiring cicilan berjalan. Karena itu angka persen yang sama tidak berarti beban yang sama. Selalu tanyakan metode apa yang dipakai.

Contoh cicilan untuk pinjaman Rp50 juta

Angka di bawah memakai bunga flat 6 persen per tahun sebagai ilustrasi. Besaran bunga dan plafon KUR bisa berubah, jadi cek ketentuan terbaru di situs resmi pemerintah dan penyalur.

Bunga per bulan: 50.000.000 x 6% ÷ 12 = Rp250.000.

Tenor Pokok per bulan Bunga per bulan Cicilan per bulan
36 bulan Rp1.388.889 Rp250.000 Rp1.638.889
48 bulan Rp1.041.667 Rp250.000 Rp1.291.667

Angka sudah dibulatkan ke rupiah terdekat. Tenor lebih panjang membuat cicilan lebih ringan, tetapi kamu terikat lebih lama.

Ingin lebih dalam? Artikel ini baru membahas sebagian kecil. Di ebook Cara Dapat KUR dan Pinjaman Modal Usaha, kamu akan mempelajari lebih jauh:

  • Tiga rambu pinjaman: kapan pinjaman menghasilkan uang dan kapan hanya menunda masalah
  • Jenis KUR Super Mikro, Mikro, dan Kecil beserta ketentuan dari sumber resmi Kemenko Perekonomian
  • Menyusun catatan keuangan sederhana dan rencana penggunaan dana yang mudah dibaca penyalur

Semua langkahnya disusun berurutan dan bisa langsung dipraktikkan. Lihat isi bukunya.

Bandingkan bunga flat dan efektif

Dengan pinjaman dan tenor yang sama, bunga flat 6 persen terlihat lebih mahal bila dibandingkan efektif 6 persen, karena flat tidak turun walaupun pokokmu sudah berkurang. Jangan membandingkan angka persen antar penawaran sebelum kamu menyamakan metodenya. Cara paling aman: minta jadwal angsuran lengkap, lalu jumlahkan seluruh bunga yang akan dibayar.

Uji kemampuan bayar dengan laba bersih

Pedoman umum yang sering dipakai: total cicilan sebaiknya tidak lebih dari sekitar sepertiga laba bersih bulanan. Ini bukan aturan baku, tetapi cukup berguna sebagai penahan.

Misalkan usahamu begini setiap bulan:

Komponen Nilai
Omzet Rp20.000.000
Biaya variabel (60% dari omzet) Rp12.000.000
Biaya tetap Rp4.000.000
Laba bersih Rp4.000.000

Sepertiga dari Rp4.000.000 adalah sekitar Rp1.333.333. Cicilan tenor 36 bulan (Rp1.638.889) melewati batas itu, sedangkan tenor 48 bulan (Rp1.291.667) masih di bawahnya.

Uji tahan banting saat usaha sepi

Hitungan di atas belum teruji. Coba skenario omzet turun 25 persen.

  • Omzet baru: 20.000.000 x 75% = Rp15.000.000.
  • Biaya variabel 60 persen: Rp9.000.000.
  • Biaya tetap tetap Rp4.000.000.
  • Laba: 15.000.000 − 9.000.000 − 4.000.000 = Rp2.000.000.

Cicilan Rp1.291.667 masih terbayar, dengan sisa Rp708.333. Sempit, tetapi aman. Dengan cicilan Rp1.638.889, sisanya hanya Rp361.111, dan itu belum menghitung kebutuhan rumah tangga. Jadi tenor 48 bulan lebih masuk akal untuk contoh ini.

Jangan lupa biaya lain dan catatan keuangan

Selain cicilan, tanyakan biaya administrasi, asuransi kredit bila ada, dan denda keterlambatan. Penyalur juga akan melihat catatan keuangan, jadi rapikan buku kas minimal tiga bulan terakhir. Catatan yang rapi menunjukkan bahwa kamu tahu ke mana uang pergi.

Cek SLIK dan hati-hati pinjaman ilegal

Riwayat kreditmu tercatat di SLIK OJK. Cicilan lain yang macet, termasuk cicilan paylater, bisa menghambat pengajuan. Periksa lebih dulu lewat kanal resmi OJK. Dan jauhi pinjaman yang menawarkan pencairan instan tanpa syarat, karena penyedia ilegal sering menjerat peminjam dengan bunga dan teror penagihan.

Berkas dan cara penyalur menilaimu

Penyalur biasanya menilai pengajuan dengan prinsip yang dikenal sebagai 5C: karakter (rekam jejak dan kejujuranmu), kapasitas (kemampuan membayar dari usaha), modal (uang sendiri yang sudah kamu tanam), jaminan, dan kondisi usaha serta pasarnya. Dari lima hal itu, kapasitas adalah yang paling bisa kamu siapkan sendiri lewat catatan penjualan dan biaya.

Berkas yang umum diminta antara lain identitas, kartu keluarga, surat keterangan usaha atau perizinan usaha yang berlaku, dan bukti usaha berjalan. Daftar pastinya berbeda per penyalur dan bisa berubah. Datangi atau hubungi penyalur resmi, lalu minta daftar berkas tertulis supaya kamu tidak bolak-balik.

Jangan datang dengan jawaban "untuk tambah modal". Tulis rinciannya: mesin apa, harga berapa, bahan baku berapa kilo, dan dampaknya ke produksi. Contoh sederhana: mesin pengiris seharga Rp15.000.000 menaikkan produksi dari 40 kg menjadi 60 kg per hari. Rencana yang rinci memperlihatkan bahwa pinjaman akan menghasilkan uang, bukan hanya menunda masalah.

Alternatif jika KUR belum cocok

KUR bukan satu-satunya pilihan. Kamu bisa menimbang pembiayaan ultra mikro, koperasi yang terdaftar, atau menunda pembelian dan menabung dari laba. Kadang solusi terbaik adalah membeli alat bekas yang berkualitas dengan uang sendiri. Pilihlah jalur yang cicilannya masih lolos uji tahan banting tadi.

Langkah selanjutnya

Siapkan angka labamu, tentukan batas cicilan, uji skenario sepi, baru datangi penyalur. Ketentuan KUR bisa berubah, jadi cek situs resmi Kemenko Perekonomian dan bank penyalur untuk syarat terbaru.

Satu kebiasaan yang membantu: buat lembar sederhana berisi tiga angka, yaitu laba bersih rata-rata tiga bulan terakhir, laba bulan terburuk dalam setahun, dan cicilan yang kamu rencanakan. Cicilan idealnya masih terbayar bahkan pada laba bulan terburuk. Jika bulan terburuk hanya menyisakan Rp1.000.000 sedangkan cicilan Rp1.291.667, berarti kamu perlu menurunkan jumlah pinjaman, memperpanjang tenor, atau menyiapkan dana cadangan beberapa bulan cicilan. Tanyakan juga kepada penyalur apakah ada keringanan bila terjadi kesulitan, dan bagaimana prosedurnya. Lebih baik bertanya sebelum menandatangani daripada mencari jalan keluar ketika sudah menunggak.

Terakhir, ingat bahwa pinjaman yang baik membuat usahamu lebih kuat, bukan hanya lebih besar. Setelah cair, pisahkan rekening khusus untuk dana pinjaman, belanjakan sesuai rencana, dan simpan semua nota. Catat tambahan omzet yang muncul dari alat atau stok baru tersebut. Jika dalam tiga bulan dampaknya belum terlihat, evaluasi cepat: apakah ada yang salah dalam rencana, atau perlu menyesuaikan strategi penjualan. Disiplin ini juga menjaga catatan kreditmu tetap bersih.

Kalau artikel ini membantu, langkah berikutnya ada di ebook Cara Dapat KUR dan Pinjaman Modal Usaha.

Mau lebih lengkap?

Pelajari sampai tuntas di “Cara Dapat KUR dan Pinjaman Modal Usaha”

Pesanan bertambah, tetapi modal untuk alat atau stok belum cukup? Buku ini memandu pelaku usaha kecil memutuskan perlu meminjam atau tidak, lalu menyiapkan pengajuan KUR yang rapi...

Rp35.000 Lihat isi buku
Cukup masuk akun, tanpa bayar

Ebook gratis untukmu

Baca juga

Artikel lainnya

Semua artikel